riamahardika

February 2, 2011

laporan observasi mengenai kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor

Filed under: kuliah — ria mahardika mahar @ 3:42 am

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Penjaminan mutu merupakan kata kunci yang menjadi fenomena dalam dunia pendidikan, hal ini terjadi seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Implementasi dari kedua payung hukum tersebut di lakukan oleh pemerintah, antara lain dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah. Salah satu isi dari PerMendiknas tersebut adalah kompotensi manajerial, kepemimpinan merupakan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah. Disamping itu pelaksanaan Otonomi Daerah mengharuskan kepala sekolah untuk mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi peraturan yang berlaku di daerah masing masing. Atas dasar pokok pikiran tersebut maka kepala sekolah harus mempunyai keterampilan dalam bidang kepemimpinan.

Banyak variabel yang bisa mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan, salah satunya adalah peran kepala sekolah dan pengawas. Pengelolaan sekolah mencakup beberapa unsur, antara lain mengembangkan dan merawat fasilitas sekolah; merencanakan dan mengusahakan pengadaan sumber belajar, buku, alat, dan bahan yang dibutuhkan guru untuk mengajar; bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat; namun yang paling penting adalah menjamin mutu pendidikan yang diterima anak. Pengawas juga mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi kepala sekolah, guru, orang tua dan masyarakat di wilayahnya supaya mereka secara aktif bekerja untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Ada beberapa kepala sekolah di masing-masing daerah yang berperan aktif dalam pengelolaan sekolahnya seperti yang diinginkan, namun masih banyak yang pasif dimana mereka hanya melakukan administrasi wajib dan tidak berusaha mendorong kemajuan sekolahnya. Dalam bagian ini akan dibahas contoh peran kepala sekolah dan pengawas yang aktif mendorong kemajuan pendidikan di sekolahnya berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada laporan observasi kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor ini terkonsentrasi pada:

  1. Bagaimana bentuk wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah secara langsung sebagai pimpinan dalam struktur tersebut terhadap guru dan karyawan?
  2. Berapa kali dalam satu tahun kepala sekolah melakukan tugas supervisi terhadap sekolah yang dipimpinnya? dan supervisi yang seperti apakah yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut?
  3. Adakah kesulitan-kesulitan yang kepala sekolah temui selama menjalankan tugas sebagai administrator dan supervisor?
  4. Bagaimana keadaan guru-guru di sekolah ini? Apakah terlalu banyak guru honorer atau sebaliknya, justru guru tetap? Adakah usaha kepala sekolah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan guru di sekolah ini?
  5. Usaha apa yang dilakukan kepala sekolah dalam menyusun dan membuat perencanaan sekolah?
  6. Apa yang dilakukan kepala sekolah dalam menyusun organisasi sekolah?
  7. Cara yang seperti apa yang dilakukan kepala sekolah dalam pelaksanaan pengelolaan kepegawaian?
  8. Apa saja yang menjadi pertimbangan kepala sekolah dalam pembagian tugas para guru di sekolah ynag dipimpinnya?
  9. Tujuan

Tujuan pembuatan laporan observasi kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memenuhi tugas ujian tengah semester pada mata kuliah Administrasi Pendidikan
  2. Untuk mengetahui penerapan lapangan mengenai teori kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor
  3. Untuk mengambil kesimpulan bagaimana penerapan yang sesuai kepala sekolah menjadi administrator sekaligus supervisor di sekolah yang dipimpinnya.
  4. Untuk mengetahui dan mencari solusi bagaimana menyikapi hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor.
  5. Metode Pembuatan Laporan

Metode pembuatan laporan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor ini, penyusun menggunakan metode observasi yaitu mewawancarai tokoh yang memiliki wewenang untuk menjawab butir-butir pertanyaan. Selain itu, penyusun menggunakan metode kepustakaan, yaitu mencari teori pendukung yang terkait di media tulis juga media teknologi.

Metode observasi :

Hari : Jumat 19 november 2010
Tempat : Ciputat, SMP Negeri 3 Tangerang Selatan
Nara sumber : Bapak Sholeh Fathoni

BAB II

LANDASAN TEORI

Tujuan pendidikan di masa penjajahan Belanda di sesuaikan dengan tujuan kolonialisme Belanda. Sedangkan tujuan pendidikan di Indonesia sekarang harus sesuai dengan dasar dan tujuan Negara Republik Indonesia.

Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah di masa penjajahan Belanda dapat dikatakan berhasil sebagai pemimpin sekolah jika ia dapat memerintah dan mengawasi para guru, menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan-peraturan serta ketentuan-ketentuan yang telah digariskan dan ditetapkan dari atasannya. Berlainan dengan kepala sekolah sekarang setelah Indonesia berkembang, sesuai dengan pendidikan di Negara kita Indonesia yang bersifat nasional-demokratis, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas  kelancaran jalannya sekolah secara teknis akademis saja

A.  Syarat-syarat minimal seorang kepala sekolah

  1. Kepala sekolah untuk kepala sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar serendah-rendahnya berijazah SGA/SPG atau SGTK (SPG jurusan B)
  2. Kepala sekolah untuk kepala sekolah SMTP serendah-rendahnya berijazah sarjana muda atau BI
  3. Kepala sekolah untuk kepala sekolah SMTA serendah-rendahnya berijazah sarjana atau BII

Karena jenis SMTP dan SMTA bermacam-macam (SMP, SMA, SMEA, SPG, SMTK, STM, SMOA, SAA, SPMA, SKMA, SPDMA, dsb.) maka ijazah yang diperlukan bagi seorang kepala sekolah pun hendaknya sesuai dengan jurusan atau jenis sekolah yang dipimpinnya.

Berikut penjelasan mengenai tugas kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor akan dibahas lebih terperinci

  1. Kepala Sekolah Sebagai Administrator

Sergiovanni (1991) membedakan tugas kepala sekolah menjadi dua, yaitu tugas dari sisi administrative process atau proses administrasi, dan tugas dari sisi task areas bidang garapan pendidikan. Tugas merencanakan, mengorganisir, meng-koordinir, melakukan komunikasi, mempengaruhi, dan mengadakan evaluasi merupakan komponen-komponen tugas proses. Program sekolah, siswa, personel, dana, fasilitas fisik, dan hubungan dengan masyarakat merupakan komponen bidang garapan kepala sekolah dasar.

Di sisi lain, sesuai dengan konsep dasar pengelolaan sekolah, Kimbrough & Burkett (1990) mengemukakan enam bidang tugas kepala sekolah dasar, yaitu mengelola pengajaran dan kurikulum, mengelola siswa, mengelola personalia, mengelola fasilitas dan lingkungan sekolah, mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, serta organisasi dan struktur sekolah.

Berdasarkan landasan teori tersebut, dapat digarisbawahi bahwa tugas-tugas kepala sekolah dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu tugas-tugas di bidang administrasi dan tugas-tugas di bidang supervisi.

Tugas di bidang administrasi adalah tugas-tugas kepala sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan bidang garapan pendidikan di sekolah, yang meliputi pengelolaan pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, saranaprasarana, dan hubungan sekolah masyarakat. Dari keenam bidang tersebut, bisa diklasifikasi menjadi dua, yaitu mengelola komponen organisasi sekolah yang berupa manusia, dan komponen organisasi sekolah yang berupa benda.

Mengingat pentingnya peranan dan fungsi kepala sekolah, maka di dalam laporan ini akan dibicarakan secara khusus tentang kepala sekolah, fungsinya sebagai administrator dan sebagai supervisor.

Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Oleh karena itu, untuk dapat melaksakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai, dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai administrator pendidikan. Adapun fungsi-fungsi kepala sekolah sebagai administrator:

  1. Membuat perencanaan

Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap kegiatan, bagi perseorangan maupun kelompok. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan atau bahkan kegagalan.

Sesuai dengan ruang lingkup administrasi sekolah, maka rencana atau program tahunan kepala sekolah hendaklah mencakup bidang-bidang seperti berikut:

1)      Program pengajaran, seperti kebutuhan tenaga guru sehubungan dengan kepindahan dan lain-lain; pembagian tugas mengajar; pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pembelajaran, dan alat-alat peraga.

2)      Kesiswaan atau kemuridan, seperti syarat-syarat dan prosedur penerimaan murid baru, pengelompokan siswa atau murid dan pembagian kelas, bimbingan atau konseling murid, pelayanan kesehatan murid (UKS), dan sebagainya.

3)      Kepegawaian, seperti penerimaan dan penempatan guru atau pegawai baru, pembagian tugas guru dan pegawai sekolah, usaha kesejahteraan guru dan pegawai sekolah, mutasi atau promosi guru dan pegawai sekolah, dan sebagainya.

4)      Keuangan, mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang telah direncanakan, baik uang yang berasal dari pemerintah, atau POMG atau BP3, ataupun sumber lainnya.

5)      Perlengkapan, meliputi perbaikan atau rehabilitasi gedung sekolah, penambahan ruangan kelas, perbaikan atau pembuatan pagar pekarangan sekolah, perbaikan atau pembuatan lapangan olah raga, dan lain sebagainya.

  1. Menyusun organisasi sekolah

Untuk menyusun organisasi sekolah yang baik, perlu diperlukan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Mempunyai tujuan yang jelas
  2. Para anggota menerima dan memahami tujuan tersebut
  3. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan, kesatuan fikiran, dan sebagainya.
  4. Adanya kesatuan perintah (unity of command); para anggota hanya mempunyai seorang atasan lansung.
  5. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi itu.
  6. Adanya pembagian tugas pekerjaan yang sesuai denagn kemampuan, keahlian, dan atau bakat masing-masing.
  7. Struktur organisasi hendaknya disusun seesederhanan mungkin dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan, dan pengendalian.
  8. Pola organisasi hendaknya relatif permanen
  9. Adanya jaminan keamanan dalam bekerja (security of tenure), yaitu anggota tidak merasa gelisah karena takut ditindak sewenang-wenang.

10.  Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki tata kerjanya jelas tergambar di dalam struktur atau bahan organisasi.

  1. Bertindak sebagai koordinator dan pengarah

Adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dan berkelanjutan dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat antar bagian atau antar personel bekerja sama saling membantu ke arah satu tujuan yang telah ditetapkan seperti kerja sama antara urusan bimbingan konseling dengan para wali kelas, kerja sama antara bagian tata usaha dengan wali kelas ndan guru-guru, kerja sama antara POMG atau BP3 dengan urusan bimbingan dan konseling dan para wali kelas, dan sebagainya.

  1. Melaksanakan pengelolaan kepegawaian

Pengelolaan kepegawaian mencakup di dalamnya penerimaan dan penempatan guru dan atau pegawai sekolah, pembagian tugas pekerjaan guru dan pegawai sekolah, usaha kesejahteraan guru dan pegawai sekolah, dan sebagainya. Adapun dalam membagi tugas pekerjaan personel, kepala sekolah hendaknya memperhatikan kesesuaian antara beban dan jenis tugas dengan kondisi serta kemampuan pelaksanaannya seperti:

ü  Jenis kelamin (pria atau wanita)

ü  Kesehatan fisik (kuat-tidaknya melakukan pekerjaan itu)

ü  Latar belakang pendidikan atau ijazah yang dimiliki

ü  Kemampuan dan pengalaman kerja

ü  Bakat, minat dan hobi

Adapun untuk meningkatkan kesejahteraan personel dapat pula dilakukan dengan cara:

ü  Membentuk ikatan social keluarga sekolah

ü  Membentuk koperasi keluarga personel sekolah

ü  Mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan profesi guru-guru atau kepegawaian

ü  Member kesempatan dan bantuan dalam rangka pengembangan karir

ü  Mengusulkan dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat guru-guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  1. Kepala sekolah sebagai supervisor

Supervisi adalah salah satu fungsi pokok dalam administrasi pendidikan, bukan hanya merupakan tugas pekerjaan dan pengawas, tetapi juga tugas kepala sekolah terhadap guru-guru dan pegawai-pegawai sekolahnya.

  1. Tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan

Supervisi adalah aktivitas menentukan kondidi atau syarat-syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, kepala sekolah hendaknya pandai meneliti, mencari, dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai. Ia harus dapat meneliti dan menentukan syarat-syarat mana yang telah ada dan mencukupi, mana yang belum ada atau kurang mencukupi yang perlu diusahakan dan dipenuhi

  1. Prinsip-prinsip dan factor-faktor yang mempengaruhinya

Seperti yang dikatakan oleh Moh. Rifai, M.A., untuk menjalankan tindakan supervisi sebaik-baiknya, kepala sekolah hendaklah memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

1)      Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif

2)      Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang realistis

3)      Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya

4)      Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman pada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi

5)      Supervisi harus didasarkan atas hubungan professional, bukan atas dasar hubungan pribadi

6)      Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai sekolah

7)      Supervisi tudak bersifat otoriter karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau bahkan antipasti dari guru-guru

8)      Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat, kedudukan, atau kekuasaan pribadi

9)      Supervisi tidak boleh bersifat-sifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan

10)  Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil

11)  Supervisi hendaknya bersifat preventif, korektif, dan kooperatif.

Adapun beberapa factor yang dapat mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi atau cepat lambatnya hasil supervisi itu, anta lain ialah:

1)      Lingkungan masyarakat temapt sekolah itu berada

2)      Besar kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah

3)      Tingkatan dan jenis sekolah

4)      Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia

5)      Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri.

  1. Fungsi kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran

Secara umum, kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain adalah:

1)      Memotivasi para guru dan pegawai agar menjalankan tugasnya dengan baik.

2)      Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media instruksional yang mendukung kelancaran KBM.

3)      Bersama guru-guru berusaha mengemabangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum.

4)      Membina kerja sama yang harmonis diantara guru dan pegawai sekolah.

5)      Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi kelompok, menyediakan perpustakaan sekolah, dan sebagainya.

6)      Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau POMG dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan siswa

  1. Teknik-teknik supervisi

Secara garis besar, teknik supervisi dibagi menjadi dua, yaitu:

1)   Teknik perseorangan, yaitu supervisi yang dilakukan secara perseorangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:

a)      Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation)

b)      Mengadakan kunjungan observasi (observation visits)

c)      Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa

d)     Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah.

2)   Teknik kelompok, yaitu supervisi yang dilakukan secara kelompok. Beberapa kegiatan dapat dilakukan, antara lain:

a)      Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings)

b)      Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)

c)      Mengadakan penataran-penataran (inservice-training)

  1. Pembagian tugas kepada guru

Kepala sekolah sebagai pemimpin dan supervisor di sekolah yang dipimpinnya harus dapat memperhatikan:

ü  Apakah jumlah guru di sekolah itu telah cukup banyaknya?

ü  Apakah tidak terlalu banyak guru honorer dan kekurangan guru tetap?

ü  Apakah terlalu banyak guru wanita disbanding dengn guru pria, atu sebaliknya?

Adapun pemberian tugas atau penempatan guru di dalam kelas oleh pimpinan sekolah, adalah sebagai berikut:

1)      Sistem penempatan guru dalam kelas

Sistem penempatan guru dalam kelas dibagi menjadi tiga macam yaitu sistem guru kelas, sistem guru bidang studi dan sistem campuran (penggabungan dari dua sistem sebelumnya).

2)      Cara memilih dan menempatkan guru dalam kelas

a         Penempatan guru-guru SD, ini merupakan tugas kepala sekolah, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah:

(1)   Guru ditempatkan sesuai dengan ijazah dan pengalamannya

(2)   Kepala sekolah harus mengenal betul-betul pribadi guru masing-masing

(3)   Untuk menjalankan sisten campuran, tiap guru harus memilih dan memperdalam vak-vak apa yang sangat disukainya

(4)   Mata pelajaran yang baik diberikan dengan sistem guru bidang studi ialah mata pelajaran ekspresi yang tidak biasanya semua guru tidak dapat menguasainya, seperti pendidikan agama, keterampilan, menggambar, dan lain sebagainya.

(5)   Perlu adanya penyusunan Rooster (daftar pelajaran)

(6)   Perlu diadakan pertukaran guru kelas dalm beberapa tahun sekali (setahun atau dua tahun) untuk mengantisipasi kebosanan para murid.

b        Penempatan guru-guru SMTP/SMTA

Beberapa tokoh berpendapat bahwa sistem guru bidang studi tetap dipergunakan di SMTP/SMTA, akan tetapi, dalam pelaksanaan praktek sehari-hari, kita dapat melihat cara penempatan dan pembagian tugas yang masih kurang sesuai dengan yang seharusnya.

Pembagian tugas wali kelas :

Pembagian tugas wali kelas sebaiknya didasarkan atas pertimbangan:

ü  Banyaknya jam pelajaran yang diajarkan guru kelas itu

ü  Kewajiban guru terhadap kelas itu

ü  Sedapat mungkin guru tetap di sekolah itu.

BAB III

ANALISIS LAPORAN

  1. Hasil Observasi

Berikut butir-butir pertanyaan yang penyusun tanyakan kepada nara sumber Bapak Sholeh Fathoni selaku PKS (Pembantu Kepala Sekolah) Bidang Kurikulum dan Pengajaran, yang mewakili kepala sekolah SMP Negeri 3 Tangerang Selatan.

  1. Bagaimana bentuk wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah secara langsung sebagai pimpinan dalam struktur organisasi sekolah terhadap guru dan karyawan?

Jawab: bentuk wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah dua diantaranya adalah sebagai administrator dan supervisor. Secara umum kepala sekolah memiliki wewenang sebagai perencana sekaligus penyusun yang akan memutuskan hasil struktur organisasi di sekolah SMP Negeri 3 ini. Adapun tanggung jawabnya adalah menjaga struktur organisasi tersebut agar berjalan secara disiplin sehingga mewujudkan visi dan misi SMP Negeri 3 Tanggerang Selatan ini.

  1. Berapa kali dalam satu tahun kepala sekolah melakukan tugas supervisi terhadap sekolah yang dipimpinnya? dan supervisi yang seperti apakah yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut?

Jawab: adapun tugas supervisi di sekolah ini terbagi menjadi dua macam, yaitu :

  1. Supervisi secara tidak langsung, yaitu supervisi yang meliputi pengawasan dan pembinaan yang dilakukan dengan mengamati lingkungan serta warga sekolah, seperti melihat aktivitas guru, staf kantor, pegawai, maupun para murid. Supervisi ini dilakukan kepala sekolah hampir setiap hari hari aktif sekolah.
  2. Supervisi secara langsung atau resmi, yaitu pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara terprosedur dan terencana dalam program sekolah, seperti mengevaluasi program supervisi itu sendiri kemudian melakukan pembinaan terhadap warga sekolah terutama guru. Supervisi ini dilakukan kepala sekolah beberapa sekali dalam setahun, kemungkinan bisa dua sekali dalam setahun.
  3. Adakah kesulitan-kesulitan yang kepala sekolah temui selama menjalankan tugas sebagai administrator dan supervisor?

Jawab: ada, hal itu terjadi ketika karyawan, guru, dan murid tidak melaksanakan atau tidak menyegerakan tugas administrasi dengan baik juga tidak disiplin dalam melakukan tugas mereka masing-masing.

  1. Bagaimana keadaan guru-guru di sekolah ini, apakah terlalu banyak guru honorer atau sebaliknya, justru guru tetap? Adakah usaha kepala sekolah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan guru di sekolah ini?

Jawab: di sekolah SMP Negeri 3 ini ada guru tetap (PNS) juga ada guru honorer. Apabila membicarakan kesejahteraan guru, kesejahteraan keuangan guru PNS dan guru honorer tentu lah berbeda, dari tempat yang menggaji dan besarnya gaji yang diterima. Adapun gaji guru PNS digaji oleh dua tempat, yaitu sekolah dan dari dinas. Sedangkan gaji guru honorer hanya didapat dari sekolah tempat beliau mengabdi. Hal tersebut dipandang proporsional dengan konstribusi masing-masing dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar.

  1. Usaha apa yang dilakukan kepala sekolah dalam menyusun dan membuat perencanaan sekolah?

Jawab: usaha yang dilakukan kepala sekolah pada sekolah ini adalah melihat kemampuan dan mencari gambaran bagaimana cara mengadapatasikan perencanaan tersebut ke lingkup sekolah sehingga terwujud visi dan misi pendidikan SMP Negeri 3 ini.

  1. Apa yang dilakukan kepala sekolah dalam menyusun struktur organisasi sekolah?

Jawab: adapun sebelum kepala sekolah menyusun struktur organisasi sekolah, beliau melakukan : 1. Pendataan untuk memperoleh informasi guru dan staf sekolah, dan

2. Memperhatikan kesenioritasan guru dan staf sekolah.

Setelah memperhatikan dua poin di atas, kepala sekolah siap untuk menyusun dan membentuk struktur organisasi di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan.

  1. Cara yang seperti apa yang dilakukan kepala sekolah dalam pelaksanaan pengelolaan kepegawaian?

Jawab: demi terwujudnya visi dan misi sekolah, kepala sekolah melakukan beberapa kiat untuk mengelola kepegawaian sekolah ini yaitu memberikan reward pada akhir tahun bagi pegawai yang memiliki peran lebih di sekolah, ataupun memberikan penambahan honor per-jam serta memberlakukan kenaikan gaji.

  1. Apa saja yang menjadi pertimbangan kepala sekolah dalam pembagian tugas para guru di sekolah yang dipimpinnya?

Jawab: pertimbangan kepala sekolah dalam pembagian tugas yaitu dengan cara memperhatikan kinerja para guru dan staf sekolah seperti kerajinan, kedisiplinan, ketepatan, dan kesinergisan, dan lain-lain.

  1. Analisis Observasi

Berikut merupakan pernyataan yang diberikan nara sumber:

  1. Bentuk wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah secara langsung sebagai pimpinan dalam struktur organisasi sekolah terhadap guru dan karyawan ada dua. Diantaranya adalah sebagai administrator dan supervisor. Secara umum kepala sekolah memiliki wewenang sebagai perencana sekaligus penyusun yang akan memutuskan hasil struktur organisasi di sekolah ini. Adapun tanggung jawabnya adalah menjaga struktur organisasi tersebut agar berjalan secara disiplin sehingga mewujudkan visi dan misi SMP Negeri 3 Tanggerang Selatan ini.

Analisis: wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan ini sudah cukup bagus dalam pelaksanaannya. Sesuai dengan dasar teori yang menyatakan bentuk kewenangan kepala sekolah ialah menyusun struktur organisasi dengan meninjau beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan. Keberhasilan tanggung jawab tersebut dapat dilihat dari pencapaian visi misi sekolah tersebut.

  1. Tugas supervisi kepala sekolah di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan penerapannya menjadi dua macam, yaitu :
    1. Supervisi secara tidak langsung, yaitu supervisi yang meliputi pengawasan dan pembinaan yang dilakukan dengan mengamati lingkungan serta warga sekolah, seperti melihat aktivitas guru, staf kantor, pegawai, maupun para murid. Supervisi ini dilakukan kepala sekolah hampir setiap hari hari aktif sekolah.
    2. Supervisi secara langsung atau resmi, yaitu pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara terprosedur dan terencana dalam program sekolah, seperti mengevaluasi program supervisi itu sendiri kemudian melakukan pembinaan terhadap warga sekolah terutama guru. Supervisi ini dilakukan kepala sekolah beberapa sekali dalam setahun, kemungkinan bisa dua sekali dalam setahun.

Analisis: cara supervisi serta kurun waktu yang dipergunakan sudah cukup bagus untuk tipe supervisi tidak langsung. Akan tetapi untuk supervisi secara langsung, alangkah baiknya supervisi hendaknya dilakukan ketika waktu mengkondisikan untuk mengadakan supervisi itu sendiri, sehingga supervisi dalam pengawasan maupun pembinaan, memiliki sifat sinergis dan kontinu.

  1. Kesulitan-kesulitan yang kepala sekolah temui selama menjalankan tugas sebagai administrator dan supervisor yaitu ketika karyawan, guru, dan murid tidak melaksanakan atau tidak menyegerakan tugas administrasi dengan baik juga tidak disiplin dalam melakukan tugas mereka masing-masing.

Analisis: hal tersebut benar. Selain kepala sekolah memiliki tugas dan wewenangnya sendiri, kepala sekolah juga membutuhkan peranan pihak-pihak warga sekolah demi terwujudnya program yang telah dibentuk sebelumnya dalam mengemban tanggung jawabnya sebagai administrator dan supervisor..

  1. Pengajar di sekolah SMP Negeri 3 ini ada guru tetap (PNS) juga ada guru honorer. Apabila membicarakan kesejahteraan guru, maka kita akan membicarakan mengenai pendapatan keuangan guru PNS dan guru honorer tentu berbeda, dari tempat yang menggaji dan besarnya gaji yang diterima. Adapun gaji guru PNS digaji oleh dua tempat, yaitu sekolah dan dari dinas. Sedangkan gaji guru honorer hanya didapat dari sekolah tempat beliau mengabdi. Hal tersebut dipandang proporsional dengan konstribusi masing-masing dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar.

Analisis: penerapan kesejahteraan guru-guru itu sudah sesuai, karena bersifat proporsional dengan memperhatikan bobot para guru. Selain itu, kepala sekolah SMP Negeri 3 Tangerang Selatan menerapkan usaha peningkatan kesejahteraan personel, yaitu dengan cara pemberian reward dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat pada guru dan pegawai yang tepat pada waktunya dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

  1. Usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam menyusun dan membuat perencanaan pada sekolah SMP Negeri 3 ini adalah melihat kemampuan dan mencari gambaran bagaimana cara mengadaptasikan perencanaan tersebut ke lingkup sekolah sehingga terwujud visi dan misi pendidikan SMP Negeri 3 ini.

Analisis: usaha tersebut sudah cukup bagus. Akan tetapi mungkin akan lebih berjalan dengan baik apabila mempertimbangkan hubungan sebab akibat dalam waktu jangka panjang dan waktu jangka pendek, apabila telah mengaplikasikan perencanaan tersebut. Hal itu bisa memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan selama aplikasi dari perencanaan berlangsung.

  1. Sebelum kepala sekolah menyusun struktur organisasi sekolah, beliau melakukan :

1. Pendataan untuk memperoleh informasi guru dan staf sekolah, dan

2. Memperhatikan kesenioritasan guru dan staf sekolah.

Setelah memperhatikan dua poin di atas, kepala sekolah siap untuk menyusun dan membentuk struktur organisasi di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan.

Analisis: hal yang dilakukan kepala sekolah sebelum membentuk struktur organisasi sekolah SMP Negeri 3 cukup baik dan matang, akan tetapi akan semakin baik apabila kepala sekolah menggunakan kewenangannya sebagai administrator untuk mengutamakan bakat, ahli, dan hobi tokoh yang akan dipilihnya sebagai salah satu anggotan struktur, agar struktur tersebut bersifat lebih fungsional dan hidup.

  1. Demi terwujudnya visi dan misi sekolah, kepala sekolah melakukan beberapa kiat untuk mengelola kepegawaian sekolah ini yaitu memberikan reward pada akhir tahun bagi pegawai yang memiliki peran lebih di sekolah, ataupun memberikan penambahan honor per-jam serta memberlakukan kenaikan gaji.

Analisis: kiat kepala sekolah SMP Negeri 3 Tangerang Selatan sangat inspiratif. Akan tetapi jawaban tersebut tidak tepat, karena jawaban yang diberikan merupakan usaha kesejahteraan secara personel, bukan sebuah pertimbangan cara mengelola kepegawaian seperti yang tercantum pada teori pada Bab II mengenai poin-poin yang harus diperhatikan dalam mengelola kepegawaian. kepala sekolah hendaknya menambahkan kiat yang lain untuk mengelola kinerja kepegawaian, sehingga pegawai mengerjakan tugasnya dengan senang hati dan rasa ikhlas, dan proporsional.

  1. Pertimbangan kepala sekolah dalam pembagian tugas yaitu dengan cara memperhatikan kinerja para guru dan staf sekolah seperti kerajinan, kedisiplinan, ketepatan, dan kesinergisan, dan lain-lain.

Analisis: tugas kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor disini sudah bagus. Beliau bersifat selektif dalam memilih tokoh pembagian tugas. Hal tersebut terbukti dari etos kerja guru  yang cukup tinggi dan hasil prestasi murid-murid yang dicapai. Akan tetapi semua itu akan menjadi lebih baik apabila kepala sekolah melakukan evaluasi atas tanggung jawabnya sebagai administrator dan supervisor, juga meminta pendapat orang yang lebih memahami mengenai tugas kepala sekolah dalam mengelola struktur organisasi di sekolah yang dipimpinnya.

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

ü  Administrator dan supervisor merupakan tugas kepala sekolah. Administrasi adalah dan supervisi adalah. Adapun dalam pelaksanaan tugasnya tersebut, kepala sekolah membutuhkan peranan dari warga sekolah demi tercapainya tujuan dari tugasnya sebagai administrator dan supervisor.

ü  Sebagai administrasi pendidikan, kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggun jawab melaksanakan fungsi-fungsi administrasi yang diterapkan ke dalam kegiatan sekolah yang dipimpinnya.

ü  Dalam menyusun organisasi sekolah perlu diperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian yang baik, dan di dalam pelaksanaanyadiperlukan pengoorganisasian serta arahan yang kontinu dari pimpinan sekolah.

ü  Pengelolaan kepegawaian yang dalam ilmu administrasi biasa disebut manajemen merupakan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah yang sangat penting.

ü  Fungsi kepala sekolah sebagai supervisor mencakup kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan pembangkitan semangat dan kerja sama guru-guru, pemenuhan alat-alat dan perlengkapan sekolah demi kelancaran pengajaran dan lain sebagainya.

ü  Teknik yang digunakan dalam melaksanakan supervisi oleh kepala sekolah terhadap guru-guru dan pegawai sekolah dapat dilakukan dengan teknik perseorangan dan teknik kelompok.

  1. Saran

Tugas kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor merupakan dua bentuk tanggung jawab penting kepala sekolah di dalam bidang kependidikan, oleh sebab itu demi terwujudnya harapan yang ingin dicapai hendaknya kepala sekolah mempersiapkan dan merencanakan secara matang tanggung jawab tersebut sebelum menerapkannya di lingkungan sekolah.

Adapun demi mewujudkan hasil laporan yang baik, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun sehingga laporan observasi ini mencapai kemaslahatan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.find-docs.com/kepala-sekolah-sebagai-administrator.html 19:52.19-11-2010

http://www.find-docs.com/kepala-sekolah-sebagai-supervisor.html 19:54.19-11-2010

http://www.find-docs.com/kepala-sekolah-sebagai-administrator-dan-supervisor.html 19:56.19-11-2010

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/10/kepala-sekolah-sebagai-supervisor.html 19:58.19-11-2010

Purwanto, Ngalim. 1987. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Rosdakarya

About these ads

1 Comment »

  1. Selamat dan sukses, semoga selalu dimudahkan jalannya. dan yang pasti beranjangsana serta silaturahmi merupakan pembuka pintu rejeki.

    terima kasih banyak, support dan simpati buat blog ini, Jaya dan Maju … Sukses …

    dari albahaca production, 0815 7020 271

    http://pesankaosonline.wordpress.com

    Comment by pesankaosonline — February 14, 2011 @ 2:03 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Theme: Banana Smoothie. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: